Direktur Pankas Unhas Paparkan Konsep Pencegahan Konflik Kepentingan
  • English Language
  • Indonesian Language
  • Makassar,Indonesia

Direktur PANKAS Unhas Paparkan Konsep Pencegahan Konflik Kepentingan

MataKita.co, Padang – Universitas Andalas Padang mengadakan Seminar dan Pertemuan membahas Pemberantasan Korupsi dan Perluasan Integritas Melalui Pencegahan dan Pengendalian Konflik Kepentingan di Universitas. Kegiatan ini mengangkat tema; “Pemberantasan Korupsi dan Perluasan Integritas Melalui Pencegahan dan Pengendalian Konflik Kepentingan”. Tema ini diturunkan dari tema umum Pokja, yakni; “Komitmen Pimpinan Perguruan Tinggi dalam Mengimplementasikan Sistem Pencgahan Korupsi Melalui Pengendalian Konflik Kepentingan”. Ada tiga universitas yang menjadi bagian penting dalam program ini, yakni Universitas Hasanuddin, Universitas Airlangga dan Universitas Andalas. kegiatan ini diadakan pada hari Selasa, 26 September 2017 di Padang.

Adapun rangkaian kegiatan ini dikoordinir oleh Transparansi International Indonesia (TII) yang di dalamnya juga melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Adapun yang hadir sebagai pembicara dalam kegiatan ini adalah sejumlah ahli dan pejabat di tingkat universitas, diantaranya: Prof. Dr. Mohammad Nasih (Rektor UNAIR), Dr. Muh. Hasrul, SH, M(Direktur PANKAS, Mewakili Rektor Unhas), Dadang Trisasongko (TI-Indonesia), Rektor Universitas Andalas dan Feri Amsari (Direktur PUSaKO Andalas).

Adapun keynote Speech dalam kegiatan ini adalah Febridiansyah (Kepala Humas KPK) yang menggantikan Laode M.Syarif, SH, L.L.M, Ph.D (pimpinan KPK) yang tidak bisa hadir karena ada rapat dengan DPR RI

Dalam materinya yang mewakili Unhas, Dr. Muh. Hasrul, SH., MH, menyampaikan bahwa Unhas telah menerapkan berbagai peraturan dalam rangka mencegah konflik kepentingan, seperti penerapan Zona Integritas di setiap fakultas, larangan membawa kue dan makanan ketika ujian akhir mahasiswa, Serta kontrol terhadap dosen yang tidak hadir atau tidak masuk perkuliahan.

Dalam penyampaiannya, Dr. Hasrul, memastikan bahwa pelan-pelan Unhas akan terus berupaya untuk mengambil jarak dengan korupsi dan menjauhkan kampus dari konflik kepentingan.

Rektor UNAIR juga menyampaikan hal yang sama, meskipun baru-baru ini mantan rektor terkena kasus pembangunan rumah sakit pendidikan. UNAIR terus berbenah untuk menghindar dari konflik kepentingan.

“Adapun yang mewakili Universitas Hasanuddin adalah Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi (PANKAS), Bapak Dr. Muh Hasrul, SH, MH yang menggantikan rektor yang sedang berada di Belanda. Setelah dari Univeristas Andalas, kegiatan ini akan diadakan juga di Unhas” Jelas Fajlurrahman Jurdi, perwakilan Unhas yang turut menghadiri acara tersebut