Kembali ke Beranda

BEM FH UH

 

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM)
Keluarga Mahasiswa
Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin

Sejarah
Mahasiswa yang tidak terlepas dari fungsi utamanya sebagai agen pengubah dan agen pen-gontrol sosial (agent of change and agent of social control) pastinya membutuhkan suatu wadah dalam menyampaikan aspirasinya. Di samping wadah tersebut merupakan sesuatu yang dapat menam-pung aspirasi, wadah tersebut pun tentunya diharapkan dapat menampung berbagai minat dan bakat yang dimiliki oleh seorang mahasiswa yang akhirnya dapat melahirkan prestasi.
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin merupakan lembaga eksekutif mahasiswa yang ada di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin saat ini. Jika ditelisik dari sejarah awal lahirnya lembaga mahasiswa, maka baru pada beberapa tahun sejak berdirinya Fakultas Hukum Unhas tahun 1952 silam, kemudian dibentuk suatu lembaga maha-siswa. Saat itu, diharapkan lembaga kemahasiswaan dapat menampung minat dan bakat seorang mahasiswa di bidang organisasi, sehingga dibentuklah Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Hu-kum Universitas Hasanuddin.

Pembentukan SEMA dipelopori oleh beberapa mahasiswa senior yang seakan terbangun dari tidurnya. Mereka merasa sadar dan peduli akan isu-isu kebangsaan di segala bidang, baik yang sifatnya lokal, nasional, maupun internasional. Atas dasar itu pula mereka sepakat untuk bersa-ma-sama membangun lembaga di internal Fakultas Hukum Unhas tersebut, dengan tetap dalam pengawasan Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) dalam menjalankan tugasnya. BPM merupakan Lembaga Legislatif Mahasiswa di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin yang berfungsi untuk mengawasi kinerja lembaga eksekutif.
Di era tahun 1970-an, Senat Mahasiswa (SEMA) dipimpin secara silih berganti  oleh beberapa senior yang saat ini telah sukses di antaranya Muhammad Imran Arif, S.H., M.Si., sebagai Dosen FH-UH, Alm. Prof. Dr. Achmad Ali, S.H., M.H., yang merupakan Guru Besar dan juga Mantan Dekan FH-UH, Dr. Anshori Ilyas, S.H., M.H., yang telah menjabat sebagai Wakil Dekan II FH-UH selama dua periode berturut-turut, dan Prof. Dr. Faisal Abdullah, S.H., M.Si., sebagai Guru BesarFH-UH dan juga sebagai Staf Khusus Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (KEMENPORA RI) saat ini, serta masih banyak lagi mantan-mantan ketua dan pengurus lembaga eksekutif mahasiswa Fakultas Hukum Unhas yang saat ini telah sukses di luar.

Pemilihan Ketua SEMA pada saat itu hanya dipilih melalui suara dari anggota BPM. Baru-lah pada tahun 1998, seiring dengan diadakannya pemilu langsung di Indonesia, pengurus lem-baga bersama seluruh Keluarga Mahasiswa (KEMA) Fakultas Hukum Unhas juga sepakat untuk melaksakan pemilihan secara demokratis. Setelah calon Ketua SEMA dipilih melalui Pemilu Raya KEMA FH-UH saat itu, terpilihlah Imran Natin sebagai Ketua SEMA FH-UH pertama yang ter-pilih melalui pemilu secara langsung oleh seluruh KEMA FH-UH.
Terjadinya berbagai transformasi pergerakan mahasiswa di abad ke-21 memacu berbagai perubahan di dalam jiwa organisasi para mahasiswa Fakultas Hukum Unhas. Di akhir kepemim-pinan Slamet Riady sebagai Ketua SEMA pada periode 2001-2002, KEMA FH-UH saat itu tidak berhasil melaksanakan pemilu secara damai. Imbasnya, terbentuk sebuah Presidium SEMA FH-UH yang mempunyai tanggung jawab untuk melaksanakan tugas legislatif serta mengadakan pemilu. Akhirnya, Ahmad Hamaddin terpilih sebagai Ketua SEMA FH-UH Periode 2003-2004 setelah pemilu diselenggarakan.

Kejadian di akhir jabatan Slamet Riady kembali terjadi. Di akhir Kepemimpinan Ahmad Hamuddin, Pemilu Raya tak kunjung terlaksana, padahal kepengurusannya telah berakhir. Situasi tersebut akhirnya menimbulkan reaksi dari kalangan KEMA sehingga terbentuk sebuah Lembaga Eksekutif yang dinamakan Pemerintahan Mahasiswa (PEMA) Fakultas Hukum Unhas yang di-ketuai oleh Anshar saat itu.
Seiring dengan adanya perubahan nama lembaga eksekutif mahasiswa pada tingkatan Uni-versitas Hasanuddin dari Senat Mahasiswa (SEMA) menjadi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), sebagaimana di hampir semua perguruan tinggi se-Indonesia, maka di periode Anshar ini pun dilakukan penyesuaian dengan mengubah nama dari SEMA FH-UH, PEMA FH-UH, kemudian menjadi BEM FH-UH. Keadaan ini berujung pada pengubahan nama pimpinan lembaga eksekutif dari Ketua menjadi Presiden. Pada tahun 2005, Ali Akbar terpilih sebagai Presiden Badan Ekseku-tif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Unhas pertama setelah adanya perubahan nama lembaga eksekutif mahasiswa.

Kehidupan politik di kalangan mahasiswa Fakultas Hukum Unhas yang dianggap oleh para mahasiswa dan alumni sebagai salah satu proses berlembaga terus terjadi. Di antaranya dengan terjadinya dualisme kepemimpinan lembaga mahasiswa pada tahun 2006 oleh Muh. Sikin dan Faizal, dan juga pada tahun 2009 oleh Akbar dan Habibi yang kemudian masing-masing mela-hirkan presidium pada saat itu. Pada tahun 2008 setelah kepemimpinan Nursal sebagai Presiden BEM periode 2007-2008 juga terjadi krisis politik, sehingga DPM FH-UH sepakat untuk memilih Presidium yang bertugas melaksanakan Pemilu Raya KEMA FH-UH, hingga akhirnya Riswal Sa-putra-Ray Siadari Pratama terpilih sebagai pasangan Presiden dan Wakil Presiden periode 2008-2009.
Sejarah kembali terulang dengan terjadinya dualisme kepemimpinan BEM FH-UH pada peri-ode 2009-2010. Akhirnya lagi-lagi dibentuk Presidium yang dinamakan Presidium Lembaga Ke-luarga Mahasiswa Fakultas Hukum Unhas pada tahun 2010 yang terdiri dari 5 orang mahasiswa (Adenk Riady, Ichzan Pranata Putra, Sirajuddin, Ahmad Kosasi, Syamsudin Purwanto Hasan). Mereka pun melakukan revolusi besar-besaran demi perbaikan lembaga mahasiswa. Presidiumtersebut mempunyai lima tugas utama berdasarkan Konstitusi Sementara KEMA FH-UH, di an-taranya, (1). Melaksanakan tugas harian BEM dan DPM; (2). Melaksanakan PMH 1, PMH 2, dan PMH 3; (3). Merevisi Konstitusi KEMA FH-UH oleh Tim Revisi Konstitusi yang dibentuk oleh Presidium; (4). Melaksanakan Rapat Akbar KEMA FH-UH yang sejajar dengan Kongres KEMA FH-UH; dan (5). Melaksanakan Pemilu Raya KEMA FH-UH.
Dari semua tugas dan tanggung jawab yang diamanahkan oleh Konstitusi dan KEMA FH-UH, akhirnya Presidium dapat menyelesaikannya dengan baik, meskipun menghadapi banyak tantangan. Setelah diadakannya Pemilu Raya KEMA FH-UH tahun 2010, terpilihlah Sirajuddin-Etyka Agriyani sebagai pasangan Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Periode 2010-2011.

Setelah periode 2010-2011 berakhir dan masuk periode 2011-2012, kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin dilanjutkan oleh pasangan Muh. Halwan Yamin dan Adventus Toding. Kemudian setelah periode kepengurusan Halwan Yamin berakhir, diadakan kembali Pemilu Raya KEMA FH UH dan akhirnya pasangan Nurdiansah – Di-mas Tegar terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden BEM Fakultas Hukum Universitas Hasa-nuddin Periode 2012-2013. Jabatan Presiden dan Wakil Presiden BEM selanjutnya diemban Dhian Fadlhan Hidayat-Ainil Ma’sura pada periode 2015-2016 dan Ahmad Tojiwa Ram-Wahyu Hidayat pada periode 2015-2016

 

BEM FH-UH dalam Aturan Konstitusi KEMA FH-UH
Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (BEM FH-UH) se-bagaimana diatur dalam Pasal 27, Pasal 26, Pasal 27, Pasal 28, Pasal 29, Pasal 30, Pasal 31, Pasal 32, Pasal 33, Pasal 34, dan Pasal 35 Bab VIII Konstitusi KEMA FH-UH.


Pasal 27

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin selanjutnya disingkat BEM FH-UH merupakan lembaga tinggi dalam KEMA FH-UH.

Pasal 28

BEM FH-UH berfungsi sebagai lembaga pelaksana dan penanggung jawab kerja-kerja organisasi dalam lingkup KEMA FH-UH.


Pasal 29

(1)    BEM FH-UH dipimpin oleh seorang Presiden.
(2)    Dalam menjalankan kewajibannya, Presiden dibantu oleh seorang Wakil Presiden, Sekre-taris, dan Bendahara.
(3)    Presiden sebagai pimpinan, berhak mengangkat Menteri sesuai dengan kebutuhan.
(4)    Presiden dan Wakil Presiden dipilih dalam satu pasangan pada Pemilu KEMA FH-UH.
(5)    Masa kepengurusan BEM FH-UH selama 1 (satu) tahun kepengurusan.
(6)    Presiden BEM FH-UH hanya dapat dipilih dalam satu periode kepengurusan.

Pasal 30

(1)    Presiden berhak mengajukan Rancangan Peraturan KEMA FH-UH kepada DPM FH-UH.
(2)    Presiden menetapkan Peraturan BEM FH-UH untuk menjalankan Peraturan KEMA FH-UH sebagaimana mestinya.

Pasal 31

BEM FH-UH berwenang:

a.    Mewakili KEMA FH-UH baik secara internal maupun eksternal;
b.    Melakukan koordinasi dengan lembaga-lembaga kelengkapan organisasi dalam lingkup KEMA FH-UH;
c.    Memberikan rekomendasi kepada semua lembaga kelengkapan organisasi yang berada di bawahnya dalam rangka pelaksanaan kerja-kerja organisasi;
d.    Mengadakan evaluasi triwulan terhadap kerja-kerja UKM FH-UH.

Pasal 32

(1)    Pengurus BEM FH-UH harus terdaftar sebagai Anggota Biasa KEMA FH-UH.
(2)    Pengurus BEM FH-UH harus berkelakuan baik, memiliki integritas, loyalitas dan kerjasama yang baik, dan berwawasan luas.

Pasal 33

(1)    Kepengurusan BEM FH-UH berakhir apabila:
        a.    Meninggal dunia;
        b.    Berakhirnya masa kepengurusan;
        c.    Mengundurkan diri dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan;
        d.    Berakhirnya status kemahasiswaan;
        e.    Diberhentikan karena melanggar aturan organisasi KEMA FH-UH.
(2)    Presiden dan Wakil Presiden BEM FH-UH wajib menandatangani surat perjanjian untuk ti-dak mengakhiri masa studi selama masa kepengurusan

Pasal 34

(1)    Jika Presiden mangkat, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya, ia digantikan oleh Wakil Presiden sampai masa jabatannya berakhir.
(2)    Dalam hal terjadi kekosongan Wakil Presiden, selambat-lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari, DPM FH-UH menyelenggarakan sidang untuk memilih dan menetapkan Wakil presiden dari calon yang diusulkan oleh Presiden.
(3)    Jika Presiden dan Wakil Presiden mangkat, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melaku-kan kewajibannya dalam masa jabatannya, maka pelaksana tugas kepresidenan diambil alih oleh Sekretaris yang kemudian ditetapkan oleh DPM FH-UH sebagai Pelaksana Tugas ke-presidenan sampai masa jabatannya berakhir.

Pasal 35

(1)    BEM FH-UH bertanggung jawab kepada KEMA FH-UH melalui laporan pertanggungjawa-ban pada Kongres KEMA FH-UH.
(2)    BEM FH-UH setiap tiga bulan sekali menyampaikan laporan aktifitasnya kepada DPM FH-UH.


Bilingual

EN ID

Fakultas Fans Page

Kontak Kami

Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin

Jl. Perintis Kemerdekaan KM. 10, Tamalanrea Makassar,90245,Sul-sel, Indonesia
Telp : (0411) 587219
Email : hukum@unhas.ac.id

Pengunjung

Online 008
Hari Ini 173
Bulan Ini 7914